Rabu, 28 November 2012

Mitos Jagoan di Balik Kerusuhan Tarakan


Mitos Jagoan di Balik Kerusuhan Tarakan (1)

Orang yang memberi petunjuk kepada kebaikan sama pahalanya seperti orang yang melakukannya. (HR. Bukhari).
Twitter Facebook Video Sejuta Yusuf Mansur Kuliah Online Wisata Hati PPPA Daqu Sedekah Sawah
Sebarkanlah informasi kebaikan di dunia, sehingga menjadi ladang amal kebaikan bagi Anda di akhirat kelak.
Mungkin ini yang Anda cari : Foto Kerusuhan (Bentrok/Konflik) Warga di Tarakan

Panglima Kumbang Kebalkan Massa, Panglima Burung Terbangkan Pedang

Mitos Jagoan di Balik Kerusuhan Tarakan (1) - Kaltim BorneoDISEGANI. Udin Balok (bertato) yang digelari sebagai Panglima Kumbang oleh warga Tarakan dan Nunukan, pada prosesi perdamaian di Tarakan, pekan lalu. (FOTO ARNOLD/RADAR TARAKAN)

SEPERTI film mitologi saja. Kerusuhan di Tarakan menyisakan kisah-kisah menarik di kalangan masyarakat.

Di balik trauma yang masih menghantui sebagian warga Tarakan, terdapat kisah-kisah menarik yang menjadi buah bibir. Kisah-kisah itu berbau mitos sehingga ada yang bercerita sambil senyum-senyum. Namun, ada pula yang agak serius, bahkan lebih serius lagi.

Kisah-kisah bernuansa mitos itu adalah kehadiran dua panglima perang yang akan membantu suku Tidung dalam konflik di Tarakan. Panglima pertama bergelar Panglima Kumbang dan yang kedua bergelar Panglima Burung.

Keduanya berasal dari Suku Dayak, Kalimantan Tengah. Namun, kesaktiannya berbeda. Panglima Kumbang bisa membuat kebal secara massal melalui proses ritual tertentu sehingga semua suku Tidung berani di lapangan.

Adapun Panglima Burung akan datang setelah melakukan semedi secara sempurna. Kesaktiannya, mampu memasukkan roh kepada semua anggota pasukan di lapangan sehingga mereka mengamuk hingga tak sadarkan diri menghabisi lawan-lawannya. Mereka seperti kerasukan.

Selain itu, Panglima Burung dapat menggerakkan pedang hingga melayang di udara. Pedang-pedang itu bergerak sendiri mencincang leher lawan yang telah ditentukan asalnya.

Menurut cerita warga, kesaktian Panglima Burung inilah yang bekerja pada kerusuhan di Sampit beberapa tahun lalu. Akibatnya, korban bergelimpangan secara sadis. Banyak korban dengan leher terputus. Warga pun memitoskan bahwa kepala korban itulah yang menjadi bukti dan tumbal ritual Panglima Burung.

Rencana kedatangan Panglima Kumbang, saya dapatkan ketika masih di Makassar. Sehari sebelum berangkat ke Tarakan, saya menghubungi nomor HP beberapa warga di Tarakan. Salah seorang di antaranya mengaku segera mengungsi karena akan datang Panglima Burung. Katanya, ia akan menyusul Panglima Kumbang yang sudah terlebih dahulu di Tarakan.

Setengah jam kemudian, saya terima SMS yang bunyinya, "Sebaiknya tunda dulu ke Tarakan. Panglima Kumbang sudah di sini."

Sempat juga was-was. Namun, justru SMS terakhir itulah yang memompa naluri jurnalistik saya untuk segera ke Tarakan, kendati sempat tertunda satu hari karena pembatasan pendaratan di Tarakan. Hal itu dilakukan pihak pengamanan untuk menghindari pengerahan kelompok tertentu yang bakal memperkeruh suasana di Tarakan.

Saya tentunya tidak berdoa agar bisa melihat kebenaran mitos Panglima Kumbang dalam suasana perang suku. Suatu bentrok yang memorak-morandakan kedamaian Tarakan. Yang menarik untuk dipublikasikan adalah sejauh mana efek mitos itu memengaruhi masyarakat di Tarakan.

Hujan deras tiba-tiba mengguyur Tarakan ketika tiba di Bandara Juata, pukul 23.30 waktu setempat. Selain hujan, juga mati lampu. Lagi-lagi, mitos bermunculan. "Betul-betul malam ini sejuk. Alam berpihak ke kita.

Persis kesepakatan damai, juga hujan tiba-tiba menyejukkan kota Tarakan," kata salah seorang sopir taksi yang buru-buru melebarkan payungnya. Ia juga yakin bahwa Panglima Kumbang sudah ada di Tarakan. Namun, ketika ditanya tempatnya, sopir itu pun menggeleng.

Suasana kota Tarakan malam itu tidak perlu ditakutkan. Soalnya, besoknya akan datang Kapolri, Bambang Hendarso Danuri. Pengamanan pasti super ketat. Kenyamanan menikmati kota Tarakan pasti jadi prioritas.

Saya memilih untuk berbaur dengan warga yang mengungsi. Namun, ternyata tempat yang ingin dituju sudah kosong. Sejak sore, para pengungsi dalam kota sudah kembali ke rumah masing-masing. Untung ada keluarga pengungsi yang berbaik hati memanggil ke rumahnya di Kawasan Beringin.

Di kawasan yang berkisar satu kilometer dari konsentrasi massa saat kerusuhan itu, masih banyak warga menutup pintu. Kalau pintu diketuk, pemilik rumah tidak akan buka jika tidak mengetahui orang yang mengetuknya. Sang pengetuk pintu pun menyebutkan namanya. Jika karakter vokalnya akrab dengan tuan rumah, barulah pintu akan dibuka.

Saya ingin segera mengetahui seperti apa sosok Panglima Kumbang di mata warga yang membuat mereka takut ke luar rumah. Salah seorang memberitahu bahwa Panglima Kumbang sudah masuk kota. Ciri-cirinya, penuh dengan tato. Posturnya mungil. Lalu, bagaimana bisa beraksi dalam pengamanan kota yang begitu ketat pengamanan?

Pada Jumat pagi itu, saya buru-buru bergabung dengan rombongan Kapolri. Bukan mengamankan diri dari kedatangan Panglima Kumbang, melainkan hati kecil saya menerka-nerka, jangan-jangan ini bukan mitos.

Jangan-jangan ini adalah betul panglima perang kelompok tertentu yang sengaja didatangkan untuk mengambil peran dalam perdamaian di Tarakan itu. Toh, sejak rencana kedatangan Kapolri, telah dilakukan dua kali kesepakatan damai yang menghadirkan beberapa pimpinan komunitas.

Di tengah seremoni kesepakatan damai yang dihadiri Kapolri, antara malu-malu dan segera ingin tahu, serta sedikit percaya diri, saya tanya salah seorang wartawan, "Bos, di mana tadi itu Panglima Kumbang?" Pertanyaan saya sedikit sok tahu, padahal, saya belum pernah menyaksikannya. Namun, manjur juga. Yang ditanya langsung menunjuk, "Itu depan sana!"

Beberapa menit kemudian, lelaki mungil penuh tato di badan dan wajahnya itu berangkulan dengan Kapolri. Kapolri harus membungkuk lebih banyak karena tubuh Panglima Kumbang lebih pendek.

Hampir lima menit saya terpaku. Sambil menatap dalam-dalam sosok Panglima Kumbang dari jarak tiga meter, saya tidak bergerak. Saya pun memilih membatalkan niat untuk menemui dan berbincang dengan Sang Panglima. Apalagi ketika dapat informasi bahwa Sang Panglima "menginap" atau mungkin diinapkan di salah satu hotel mewah di Tarakan.

Saya lantas berpikir tentang sesuatu yang mengharuskan saya memilih. Apakah meneruskan menyambangi Panglima Kumbang atau memanfaatkan untuk hal yang lebih bermanfaat. Saya juga lebih berpikir efisiensi waktu dan soal segmentasi koran kami (Harian FAJAR) dengan berbagai perhitungan tentang untung ruginya mempublikasikan Panglima Kumbang.

"Batal!" Itu simpulan terakhir yang membuat saya tidak jadi mewawancarai Panglima Kumbang. Pastilah perhitungan saya tidak benar seratus persen. Apalagi Panglima Kumbang adalah sosok "pahlawan" di komunitasnya. Dia bukan preman di mata mereka. Yang jelas, dia salah seorang "tokoh" yang mungkin memang dirasa penting untuk dihadirkan demi mengamankan kesepakatan damai di Tarakan.

Setidaknya, dia telah mendapat perhatian dari jajaran pengamanan dan pihak-pihak lainnya. Sang Panglima telah "mendapatkan ruang" di hadapan Kapolri pada saat kunjungan damai tersebut.

Saya pun akhirnya memutuskan untuk kembali ke kampung warga yang lebih memilih berdiam di rumah. Di sana, sebagian warga sedang membuka pita kuning di pintu yang sudah beberapa hari dipasang demi keamanan keluarganya. Warga di kampung sebelah yang telah memasang pita putih juga begitu, mereka membukanya.

Ada warga yang bahkan buru-buru mengganti warna pita yang dipasangnya sebelum mengungsi. Ia memperoleh kabar bahwa pendukung warna pita tertentu segera datang. Pendukung warna pita itu akan dikoordinir Panglima Kumbang.

Namun, sampai saya meninggalkan Tarakan untuk melanjutkan perjalanan ke Nunukan, Minggu siang, 3 Oktober, apa yang dikhawatirkan warga dan apa yang dimitoskan, tidak terjadi. Alhamdulillah.

Tampaknya, Panglima Kumbang yang dimaksud mereka adalah sosok lelaki mungil yang bertato tersebut. Beberapa warga di Nunukan mengatakan, bahwa nama aslinya adalah Udin Balok. "Udin juga pernah datang di Nunukan. Dia sangat sederhana. Jarang ngomong," kata Azis, Selasa, 5 Oktober.

Azis juga menerangkan bahwa Panglima Kumbang itu bisa jadi sebuah terapi untuk suatu perdamaian. Sebaliknya akan menjadi sugesti bagi kelompok tertentu untuk lebih energik dalam sebuah konflik. "Tapi maaf, saya sama sekali tidak menyebut sosok itu sebagai preman," kata Warga Nunukan yang mengaku berdarah Tidung dan Bugis ini.

Siapa pun Panglima Kumbang tersebut, yang jelas dia telah disalami oleh Kapolri saat deklarasi kesepakatan damai di kota Tarakan. Sebagian mengatakan bahwa panglima Kumbang ini pula yang hadir di tengah-tengah kerusuhan Sampit beberapa tahun lalu. Jika kelompoknya brutal di Tarakan, maka dikhawatirkan daerah ini menjadi Sampit jilid dua.

Untung kehadirannya di tengah-tengah massa yang mendatangi markas polisi di Tarakan baru-baru ini, beralibi untuk menenangkan massa. Kalau begitu, siapakah sesungguhnya yang menggerakkan massa? Dan, kalau massa brutal, siapa yang bertanggung jawab? Apa hukumannya?

Apapun jawabannya, Panglima Kumbang sudah menjadi "tokoh". Kehadirannya di tengah-tengah seremoni kesepakatan damai di Tarakan yang dihadiri Kapolri, Jumat pekan lalu telah dimanfaatkan untuk kepentingan damai. Hasilnya, untuk sementara Tarakan damai, kendati Kapolda Kaltim masih harus berkantor di kota Tarakan.

Lantas bagaimana dengan Panglima Burung? Bagaimana pula reaksi warga Tidung di Nunukan? Apa tanggapan sejarawan di Nunukan menanggapi kenyataan bernuansa mitos itu? (*)

Mitos Jagoan di Balik Kerusuhan Tarakan (2-Selesai)

Sumber: Fajar.co.id (6 OKTOBER 2010) Borneo
Label: 

Keris Mpu Gandring


Artikel tentang Keris Empu Gandring pernah saya tulis tahun 2006 dengan judul “Mpu Gandring: Profesor Metalurgi?” kemudian saya revisi tahun 2008 dengan judul “Keris Mpu Gandring: Hipotesis”. Dua artikel tersebut bisa dibaca di bagian bawah. Keduanya mengandung spekulasi. Artikel yang sekarang (2010) berusaha mencari fakta-fakta dan meminimumkan jumlah spekulasi. Artikel ini terus berkembang sesuai dengan bacaan yang diperoleh penulis.
Oleh Arief Yudhanto
1. Siapakah Empu Gandring?
Empu Gandring mempunyai nama asli Kiai Sumelang Gandring. Dia adalah keturunan seorang pembuat keris yang menuntut ilmu sampai ke Jawa Barat. Empu Gandring mempunyai 12 orang murid, dan semuanya memakai sebutan “Gandring” [1]. Bango Samparan, ayah tiri pendiri kerajaan Singosari Ken Angrok (1182 – 1227), menyebutkan bahwa Empu Gandring adalah seorang ahli keris di Tumapel, ibukota kerajaan Singosari (1222 – 1292). Dalam Kitab Pararaton[2], Bango Samparan menyebutkan desa tempat tinggal Empu Gandring yaitu Lulumbang.
2. Di manakah Lulumbang?
Desa Lulumbang dikenal dengan nama Sapih Lumbang. Jika desa Sapih Lumbang ini sama dengan Lumbang jaman sekarang maka letaknya diperkirakan berada 25 km dari Tongas (dekat Probolinggo, Jawa Timur) ke barat daya. Langit Kresna Hariadi [3] menulis:
Dari Tongas, akan terlihat ketinggian Bromo. Bromo selalu dikemuli halimun tebal sehingga sering tidak jelas, kecuali di musim kemarau. Menjelang Bromo atau lebih kurang dua tabuh waktu yang diperlukan dengan berkuda, di sanalah letak sebuah tempat yang amat indah. Tempat itu bernama Sapih atau orang juga menyebutnya Lumbang… apa Sapih Lumbang ada kaitannya dengan Lulumbang? Lulumbang tentu bukan nama sembarangan karena di sanalah seorang empu pembuat keris pernah tinggal.
Definisi ‘menjelang Bromo’ dapat diartikan sangat dekat dengan gunung Bromo meski kata ini sulit diukur.  Oleh karena itu istilah ‘dua tabuh’ perlu didefinisikan terlebih dahulu. Jika diasumsikan bahwa kecepatan berjalannya kuda menuju ke tempat yang ‘indah’, yang secara relatif diartikan sebagai perbukitan dengan panorama indah, adalah 2 km/jam (karena jalanan menanjak) maka jarak 25 km dapat ditempuh dalam waktu 12.5 jam. Jarak ini adalah jarak antara Tongas dengan Lumbang. Satu tabuh diartikan sebagai penanda fajar hingga tengah hari, dan tengah hari menuju senja, yang masing-masing adalah 6 jam. Perlu diingat bahwa ada dua desa Lumbang, yaitu Lumbang 1 dan Lumbang 2 di wilayah Pasuruan. Lumbang 1 lah yang berjarak 25 km dari Tongas. Lumbang 1 berada dekat dengan Bromo dan lokasinya di mulut pegunungan Tengger, 12 jam dari Tongas. Lokasi desa Lumbang dapat dilihat pada peta di bawah ini.

Peta satelit provinsi Jawa Timur: lokasi desa Lumbang 1 (sumber: google map)

3. Interaksi dengan Ken Angrok
Empu Gandring menjadi termasyhur karena pernah berinteraksi secara singkat dengan Ken Angrok. Interaksi ini boleh dikatakan sebagai alasan tak langsung terhadap revolusi berdarah yang memungkinkan terbangunnya kerajaan Singosari. Dialog dalam Kitab Pararaton menyiratkan bahwa Ken Angrok belum pernah mengenal Empu Gandring . Bango Samparan lah yang mengenalkan nama ‘Empu Gandring’ kepada Ken Angrok. Dalam Kitab Pararaton, Bango Samparan (atau terkenal dengan nama Lembong), menceritakan perihal keris buatan Empu Gandring:
Keris buatannya bertuah; tak ada orang sakti terhadap buatannya; tak perlu dua kali ditusukkan. Hendaknya kamu menyuruh membuat keris kepadanya.
Nampaknya reputasi Empu Gandring masih dipertanyakan karena apabila dia adalah ahli keris yang terkenal di wilayah Tumapel, maka Ken Angrok yang kerap kali berkelana di wilayah itu seharusnya mengenalnya. Namun, Ken Angrok baru mengenal nama Empu Gandring dari ayah angkatnya.
Tentang Ken Angrok. Perlu diceritakan di sini siapakah Ken Angrok itu. Ken Angrok dilahirkan di Singosari pada 1182 dari pasangan wanita bernama Ken Endog dan lelaki Brahmin Gajahpura dari Kediri [4]. Suatu versi cerita mengatakan bahwa Ken Angrok tidak mempunyai ayah karena ia adalah titisan Syiwa. Tapi karena Ken Endog malu, maka bayi Ken Angrok diletakkan begitu saja di tanah (kuburan atau tepi sungai). Seorang penjahat bernama Bango Samparan menemukan bayi Ken Angrok karena tangisannya. Ken Endog mendengar Bango Samparan memungut anaknya, ia lantas menemui Bango Samparan. Mereka berdua kemudian membesarkan Ken Angrok.
Satu bukti bahwa Ken Angrok belum mengenal Empu Gandring adalah percakapan mereka yang berkesan formal. Ken Angrok berbahasa sopan terhadap Empu Gandring, dan ini biasa terjadi ketika seorang yang lebih muda bercakap-cakap dengan seorang tua yang dihormati. Kitab Pararaton Bagian 2 menyebutkan kalimat yang dipakai Ken Angrok ketika pertama kali bertemu Empu Gandring:
Tuankah barangkali yang bernama Gandring itu; hendaknyalah hamba dibuatkan sebilah keris yang dapat selesai dalam waktu lima bulan, akan datang keperluan yang harus hamba lakukan.
Ken Angrok, seorang yang percaya bahwa ia adalah titisan Syiwa, berniat menggunakan keris itu untuk membunuh Sang Tunggul Ametung, pembesar Tumapel. Ken Angrok ingin menikahi Ken Dedes, istri Tunggul Ametung. Ken Dedes adalah anak seorang pertapa Buddha bernama Empu Purwo. Ken Dedes diculik dari rumahnya ketika tahu bahwa Empu Purwo sedang pergi bertapa. Alasan Ken Angrok ingin menikahi Ken Dedes adalah birahi semata. Diceritakan bahwa ketika Ken Dedes sedang hamil dan mendampingi Tunggul Ametung mengunjungi suatu desa, Ken Angrok melihat kain yang dipakai Ken Dedes terbuka sehingga nampak betis dan pahanya yang bersinar. Sejak saat itu, Ken Angrok berniat mempersunting Ken Dedes.
Ken Angrok memberikan tenggat waktu lima bulan bagi Empu Gandring. Empu Gandring tak setuju karena ia mengatakan bahwa ia memerlukan waktu satu tahun untuk menyelesaikan keris. Dalam cerita rakyat  yang lain tenggat waktunya adalah 40 hari [5]. Menurut Kitab Pararaton, Empu Gandring menolak permintaan Ken Angrok dengan mengatakan:
Jangan lima bulan itu, kalau kamu menginginkan yang baik, kira – kira setahun baru selesai, akan baik dan matang tempaannya
Namun Ken Angrok tetap memaksa:
Nah, biar bagaimana mengasahnya, hanya saja, hendaknya selesai didalam lima bulan
Dari percakapan ini, spesifikasi keris yang baik adalah keris yang “matang tempaannya”. Agar tempaan keris matang, ia memerlukan waktu satu tahun.
Dari hasil perhitungan sederhana, cerita dalam Kitab Pararaton cukup masuk akal. Namun lebih telitinya, penulis memperkirakan bahwa keris Empu Gandring dibuat selama maksimum 7 bulan. Bagaimana cara menghitungnya?
Kitab Pararaton menyebutkan bahwa Ken Dedes sedang hamil ketika Ken Angrok melihatnya untuk pertama kali. Seorang perempuan biasanya nampak jelas hamil ketika kehamilannya menginjak 3-4 bulan. Kehamilan ini nampak lebih jelas apabila tubuh perempuan tersebut cukup ramping. Kitab Pararaton juga menyebutkan bahwa setelah Tunggul Ametung terbunuh oleh keris Empu Gandring, anak Tunggul Ametung – Ken Dedes lahir. Jika kelahirannya normal (misal maksimum 10 bulan), maka lama pembuatan keris maksimum ialah 7 bulan.
y1 = masa kehamilan Ken Dedes hingga melahirkan = 10 bulan (maks)
y2 = bulan kehamilan ketika Ken Angrok melihat Ken Dedes = 3 bulan (kehamilan nampak jelas)
y1 – y2 = 7 bulan
Ada kemungkinan bahwa Kitab Pararaton dibuat dengan teliti sehingga masa pembuatan keris sangat bersesuaian dengan masa kehamilan dan pembunuhan Tunggul Ametung.
4. Terbunuhnya Empu Gandring
Lima bulan berlalu dan Ken Angrok datang lagi mengunjungi Empu Gandring untuk mengambil keris pesanannya. Empu Gandring ternyata belum menyelesaikan kerisnya. Keris itu digambarkan punya hulu kayu cangkring yang masih berduri, belum diberi perekat, masih kasar. Karena tak sabar, Ken Angrok mengambil keris yang sedang diasah Empu Gandring, lalu menikamkannya ke tubuh Empu Gandring. Keris itu sangat sakti menurut gambaran Kitab Pararaton berikut:
Lalu diletakkan pada lumpang batu tempat air asahan, lumpang berbelah menjadi dua; diletakkan pada landasan penempa, juga ini berbelah menjadi dua.
Sebelum mati, Empu Gandring sempat menyumpahi Ken Angrok bahwa tujuh turunannya bakal mati tertikam keris itu:
Buyung Angrok, kelak kamu akan mati oleh keris itu, anak cucumu akan mati karena keris itu juga, tujuh orang raja akan mati karena keris itu.
5. Keris Empu Gandring: Teknologi Canggih Abad ke-13
Keris Empu Gandring adalah aplikasi teknologi laminasi logam pertama kali di Jawa Timur. Keris tersebut mirip dengan keris nomor 3. Keris nomor 3 dibuat antara abad ke-13 dan 14 [6]. Keris Empu Gandring dikatakan memiliki pamor meski kurang jelas gambar pamor yang seperti apa. Keris nomor 3 juga memiliki pamor gambar daun [Ref]. Keris nomor 3 ini dijelasakan dalam [6] adalah aplikasi teknologi laminasi keris pertama kali. Ini berarti bahwa di dalam besinya, terdapat inti (core) yang terbuat dari nikel.
7. Keampuhan Keris Empu Gandring
Kisah keampuhan keris Empu Gandring adalah pemerian yang metaforik. Jika keampuhan keris itu terbukti benar, yaitu dapat memecah batu asahan dan lumpang menjadi dua, maka ini disebabkan oleh kekuatan supranatural keris. Orang Jawa mempercayai doa-doa atau ajian untuk memperkuat isi keris sehingga ia menjadi pusaka. Tidak ada bukti tertulis yang mengatakan bahwa Empu Gandring memberikan doa-doa kepada kerisnya. Ketika 5 bulan membuat keris, Empu Gandring ditemukan sedang mengasah keris. Ini berarti keris belum jadi, atau memasuki tahap perlakuan akhir (finishing touch). Jika keris belum tuntas kemungkinannya sangat kecil untuk memberikan kekuatan supranatural kepada keris.
Catatan: Pembaca dapat mempelajari lebih jauh deskripsi proses pembuatan keris pada masa modern dalam referensi [5]. Dalam buku itu disebutkan bahan-bahan membuat keris, yaitu besi (12-18 kg), baja (600 gr) dan bahan pamor, misal: nikel (125 gram).
Keampuhan keris Empu Gandring yang dikenal bersifat esoterik (bertuah) diperoleh dengan cara mengoleskan bisa ular ke permukaan keris. Ketika keris telah selesai digerinda Empu Gandring mengoleskan bisa ular ke permukaan keris. Ada proses difusi racun ke dalam keris karena mungkin keris yang terbuat dari batu meteor itu tidak halus tapi berongga. Sebagian bisa ular tersimpan dalam rongga itu. Setelah itu, keris dimasukkan ke dalam sarungnya dan disimpan. Ketika keris itu digunakan, bisa ular boleh jadi masuk ke dalam darah, dan bagian tubuh yang terkena tusukan akan lumpuh. Hal ini juga dapat menyebabkan kematian.
Batu Meteor yang jatuh di Madiun, Jawa Timur
Pernyataan bahwa bisa ular diberikan ketika keris sedang membara agaknya mengundang banyak pertanyaan, karena boleh jadi bahwa bisa tersebut langsung menguap begitu saja. Seperti yang ditulis oleh saya sendiri pada 7 Desember 2006 di halamansatu.net dengan judul Mpu Gandring: Profesor Metalurgi? sebagai berikut:
Beberapa tahun lalu saya mendengar cerita mengenai “profesor” jaman Kerajaan Singosari [catatan: cerita ini diperoleh penulis menjadi mahasiswa di Aeronotika & Astronotika dan menghadiri kuliah Metode Manufaktur yang diberikan oleh Profesor Rochim Suratman, Institut Teknologi Bandung]. Namanya Mpu Gandring. Dia dikenal sebagai pembuat keris dalam epik Ken Arok dan Ken Dedes. Jaman itu, teknologi pengolahan logam atau metalurgi masih sangat tradisional: besi dipanaskan dan ditempa; atau dalam istilah metalurgi, diberi perlakuan panas (heat treatment) dan dibentuk (forging). Kemudian, ilmu metafisik masuk, dan besi yang telah terbentuk (misal: pedang, keris dll), diberi doa-doa, dan menjadi sakti. Mpu Gandring diperkirakan tidak hanya melakukan proses metalurgi saja, tapi juga proses kimia. Bagaimana Mpu Gandring membuat kerisnya jadi ampuh?
Mpu Gandring sangat pemilih dalam hal bahan: dia menginginkan bahan yang cukup kuat tapi ringan. Jaman itu, proses pemaduan logam dengan logam lain belum dikenal, jadi bahan monolitik adalah pilihan. Mpu Gandring memilih batu meteor sebagai bahan kerisnya. Hal ini juga perlu diteliti lebih jauh apakah batu meteornya bisa diberi perlakuan panas dan dibentuk. Batu meteor ini bisa dilihat dan disentuh di Museum Geologi – Bandung. Tapi, apakah bahan itu yang digunakan Mpu Gandring atau bukan, ini masih pertanyaan.
Setelah, keris terbentuk, Mpu Gandring mencelupkan keris (yang masih panas) tersebut ke dalam bisa ular. Ada proses difusi dari racun ular ke dalam keris yang masih membara itu. Bisa ular sebagian menempel hanya di permukaan, dan sebagian lain berdifusi ke dalam keris. Setelah mendingin, keris dimasukkan ke dalam sarungnya, dan disimpan. Bisa dibayangkan jika keris itu disentuh atau ditancapkan ke tubuh: bisa ular segera menempel dan masuk ke dalam darah, lalu bagian tubuh akan lumpuh dan manusia bisa mati. Pada jaman itu, hanya sedikit orang yang mengetahui proses pembuatan keris secara “ilmiah”; salah satunya adalah Mpu Gandring. Karena pengetahuan dan pengalaman yang cukupadvanced dalam pembuatan keris, mungkin Mpu Gandring juga dikenal sebagai mahaguru pada jaman itu. Apakah dia bisa disebut profesor di jaman ini?
Penelitian lebih jauh sangat diperlukan untuk memperoleh informasi mengenai peta kemajuan teknologi Jawa pada abad lampau.
Kemudian versi revisinya muncul pada 2008 dengan judul Keris Mpu Gandring: Hipotesis.
GANDRING dikenal sebagai pengrajin logam yang tersohor di kerajaan Tumapel (cikal bakal Singosari). Ia juga dikenal sakti. Karena “profesional” dan sakti itu ia kemudian diberi gelar “Mpu”. Ken Arok, seseorang yang dipercaya sebagai titisan Wisnu, memesan keris kepadanya. “Satu hari”, begitu Ken Arok memberikan tenggat waktu bagi Gandring. Satu hari berlalu dan Gandring telah menyelesaikan kerisnya. Namun sarung keris belum tuntas. Karena tak sabar, Ken Arok mengambilnya, lalu membunuh Gandring. Gandring sempat menyumpahi Ken Arok dan keturunannya: tujuh turunan bakal mati tertikam keris itu.
Jaman itu, teknologi pengolahan logam atau metalurgi masih sangat tradisional: besi dipanaskan dan ditempa; atau dalam istilah metalurgi, diberi perlakuan panas (heat treatment) dan dibentuk (forging). Kemudian, ilmu metafisika masuk, dan besi yang telah terbentuk (misal: pedang, keris dll), diberi doa-doa, dan menjadi sakti. Begitukah? Entahlah.
Bagaimana Mpu Gandring membuat kerisnya jadi ampuh? Mpu Gandring memilih bahan yang kuat tapi ringan. Jaman itu, proses pemaduan logam dengan logam lain barangkali tak menghasilkan paduan yang memuaskan. Jadi, bahan monolitik adalah pilihan. Mpu Gandring memilih batu meteor sebagai bahan kerisnya. Hal ini juga perlu diteliti lebih jauh apakah batu meteornya bisa diberi perlakuan panas dan dibentuk. Batu meteor ini bisa dilihat dan disentuh di Museum Geologi – Bandung. Tapi, apakah bahan itu yang digunakan Mpu Gandring atau bukan, ini masih pertanyaan.
Setelah, keris terbentuk, Mpu Gandring mencelupkan keris (yang masih panas) tersebut ke dalam bisa ular. Ada proses difusi dari racun ular ke dalam keris yang masih membara itu. Bisa ular sebagian menempel hanya di permukaan, dan sebagian lain berdifusi ke dalam keris. Setelah mendingin, keris dimasukkan ke dalam sarungnya, dan disimpan. Bisa dibayangkan jika keris itu disentuh atau ditancapkan ke tubuh: bisa ular segera menempel dan masuk ke dalam darah, lalu bagian tubuh akan lumpuh dan manusia bisa mati. Pada jaman itu, hanya sedikit orang yang mengetahui proses pembuatan keris secara “ilmiah”; salah satunya adalah Mpu Gandring. Karena pengetahuan dan pengalaman yang cukup advanced dalam pembuatan keris, mungkin Mpu Gandring juga dikenal sebagai mahaguru pada jaman itu. Apakah dia bisa disebut profesor di jaman ini?
Dua artikel yang bersifat spekulatif di atas dikutip oleh blogger (kebanyakan tidak mencantumkan sumber aslinya). Daftar pengutip dapat dilihat di bagian bawah.
Namun demikian, proses pencucian keris nampaknya memang ada, dan ini disebut warangan. Seperti yang ditulis oleh ki_cancut:
Warangan adalah proses pemberian racun pada keris yg melalui proses pembakaran dan biasanya berlangsung di bulan SURA. Pemberian racun pada keris semata-mata hanya bertujuan untuk menambah kemampuan fisik semata. Fisik dari keris jika terlalu sering diwarangi akan rapuh dan berbahaya. Racun yang biasanya digunakan untuk keris adalah berasal dari meteor, bangkai ular tanah, bangkai ular kobra, dan bangkai katak (kodok kerok).
Untuk pemberian racun adalah melalui proses sbb :
Keris dipisahkan dari gagang dan warangka. keris dipanaskan pada tungku api. Kemudian keris dimasukan kedalam bubuk racun pada kondisi panas dan dilakukan beberapa kali untuk menambah racun atau memperkuat racun tersebut. Pada saat keris berada dalam kondisi panas, maka jika dimasukkan pada bubuk racun, maka akan menyerap racun tsb hingga menyatu pada batang keris.
Konon warangan dilakukan pada senjata para pendekar dan para prajurit dalam menghadapi musuh agar pada saat bertempur, dg luka yg sedikit mampu menimbulkan efek yang mematikan. Pada saat terjadi perang perjuangan melawan Belanda, hal ini di rasa mampu mengimbangi kekuatan musuh yang pada saat itu berupa senjata api.
Warangan yg dilakukan pada keris jika terlalu banyak racun yg diberikan, maka akan menjadikan keris tersebut rapuh dan keropos. Bahkan jika kadar racun telah melewati batas kewajaran akan mengakibatkan udara sekitar tercemari oleh racun pada keris pada saat keris berada diluar kerangkannya.
Dampak yang bisa terjadi adalah keracunan ringan berupa pusing atau muntah2. Sehingga jika melakukan warangan, maka sang empu harus mengetahui berapa besar kadar racun yang sudah berada dalam keris dan selanjutnya menentukan akan diberikan lagi racun atau tidak.
Biasanya keris setelah dilakukan warangan, maka warna permukaan keris akan menjadi bersih dan berwarna metalik gelap ( logam putih ) dan pada permukaannya akan terlihat rongga2 yang sangat kecil.
Jadi hati2 kalau habis membuka keris terus dicium dapat berbahaya kena racunnya bukan karena jin atau penunggu tapi racun tersebut yang berbahaya juga.
8. Di manakah keris Empu Gandring berada?
Keberadaan keris Empu Gandring masih menjadi misteri hingga kini. Mitos mengenai keberadaannya menciptakan kisah yang menarik (enthralling stories), seperti yang ditulis dalam [7]. Ada beberapa versi cerita mengenai keberadaannya:
  • Untuk menghindari konflik berdarah, Keris Empu Gandring diasumsikan dibuang ke Laut Jawa dan berubah menjadi naga
  • Keris Empu Gandring secara misterius menghilang, atau jatuh ke tangan orang penting dalam pemerintahan
  • Keris Empu Gandring ditanam di dalam Candi Anusapati alias Candi Jago, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, Jawa Timur [Ref]
9. Pertanyaan yang belum terjawab
(1) Siapa saja ahli keris di Jawa di masa lampau?
(2) Di mana letak reputasi Empu Gandring di antara ahli keris?
(3) Bagaimana dan dari siapa Empu Gandring belajar membuat keris yang ketika itu dianggap modern?
(4) Dalam proses pembuatan keris apa saja bahan dan alat-alat yang dipakai oleh Empu Gandring?
(5) Apakah benar keris Empu Gandring memiliki kesaktian?
***
Bibliografi
[1] Arswendo Atmowiloto (2004). Senopati Pamungkas #2, PT Gramedia Pustaka Utama
[2] ________ (1481) Kitab Pararaton (terjemahan bahasa Indonesia di http://ki-demang.com/)
[3] Langit Kresna Hariadi, Gajah Mada Jilid 5
[4] JF Scheltema (1996). Monumental Java, Asian Educational Service
[5] Bambang Harsrinuksmo (2004). Ensiklopedi Keris, PT Gramedia Pustaka Utama.
[6] A.G. Maisey (?) The Origin of the Keris and its Development to the 14th Century. Link.
[7] Novita Dewi (2005). Power, Leadership and Morality: A Reading of Ken Arok’s Images in Indonesian Literature and Popular Culture, Ph.D. Thesis, National University of Singapore.
Pernah dimuat di halamansatu
Sumber ( http://ari3f.wordpress.com/2008/02/22/mpu-gandring/ )

7 Ikan Terbesar


7 ikan terbesar di dunia

   Flora/fauna   9 Mei 2012
Hiu adalah ikan terbesar di dunia yang bernapas dengan menggunakan lima liang insang (kadang-kadang enam atau tujuh, tergantung pada spesiesnya) di samping, atau dimulai sedikit di belakang, kepalanya.
Hiu harimau merupakan satu dari hiu terbesar, dan satu-satunya anggota genus Galeocerdo. Hiu dewasa memiliki panjang tubuh berkisar antara 3,25 m hingga 4,25 m, dan berbobot 385 kg hingga 635 kg. Hiu ini banyak ditemukan di samudera tropis dan hangat, terutama di sekitar pulau di tengah Pasifik. Hiu harimau adalah pemburu soliter, dan berburu di malam hari.
Hiu harimau adalah predator berbahaya, karena memakan banyak benda. Makanannya biasanya ikan, singa laut, burung, hiu kecil, cumi-cumi dan penyu. Terkadang juga ditemukan barang buatan manusia seperti ban, atau plat mobil.
Hiu harimau adalah penyerang kedua terfatal setelah great white shark, dan, bersama dengan great white shark, dianggap sebagai hiu paling berbahaya bagi manusia.
Berikut ini data tujuh spesies ikan hiu terbesar di dunia.
Hiu Basking
1. Basking Shark ( Cetorhinus Maximus ) adalah salah satu hiu yang sangat besar dan menjadikan hiu basking ini menempati posisi ikan hiu terbesar ke 2 dunia. Hiu basking ini dapat hidup sepanjang 40 kaki dan pernah tertangkap dengan berat hingga 19 tons! Akan tetapi meskipun berbadan besar, hiu jenis ini cenderung lambat dan bukanlah predator alias pemangsa.

Hiu Whale
2. Whale Shark ( Rhincodon Typus ) adalah hiu TERBESAR di dunia! Meskipun besar, hiu paus (Whale Shark) ini juga bukanlah pemangsa sama seperti hiu basking, mereka adalah hiu yang bergerak lambat yang hanya memakan ‘phytoplankton’ atau binatang yang sangat kecil yang hidup di laut. Hiu paus ini dapat hidup sehingga 41 kaki dan berat hingga 15 tons!. Hiu paus ini sama seperti hiu lain nya yang dapat di temukan di sekitar laut khatulistiwa dan perairan yang hangat; Species yang berasal dari kehidupan 60 juta tahun yang lalu ini mampu hidup hingga 70 tahun lamanya.
Hiu Tiger
3. Tiger Shark ( Galeocerdo Cuvier ) menempati urutan ke 4 hiu terbesar di dunia dengan panjang hingga 24.3 kaki! Hiu besar ini mampu hidup sehingga 2000 lbs (907,18 kg) dan terkenal sangat terkenal dengan kekejamannya!! Tidak hanya memakan semua jenis kehidupan laut, tetapi mereka (Tiger) juga terkenal dengan menyerang perenang. Sesuai namanya, hiu ini sangat mirip dengan corak harimau, mereka biasanya hidup di daerah peairan khatulistiwa dunia tetapi lebih cenderung di sekitar peairan Pacific.

Hiu Putih
4.Great White Shark (Carcharodon Carcharias ) adalah salah satu dari hiu yang terganas di dunia. Hiu ini dapat hidup sepanjang 26.2 kaki dan berat hingga 5000 lbs (2267.96 kg) !!! Hiu Great White adalah hiu terakhir dari jenis species, Carcharodon. Malangnya untuk kita sebagai manusia, hiu ini dapat di temukan di dekat pantai di semua lautan, jadi jika agan-agan sekalian lagi liburan, pastikan anda tidak berenang bersama jenis ini!

Hiu Great Hammerhead ( hiu Palu)
5. Great Hammerhead Shark ( Sphyma mokarran ) adalah hiu terbesar dari semua jenis hiu hammerhead yang dapat hidup sehingga 20 kaki. Great Hammerheads dapat di temukan di seluruh dunia layaknya hiu – hiu yang hidup di perairan khatulistiwa. Berbeda dengan hiu lainnya, hiu Great Hammerhead ini merasa manusia sebagai bahaya, mereka (Great Hammerheads) bersifat sedikit ‘lebih pemalu’ di banding hiu – hiu lain, dan sering kali merasa menghindari manusia. Hiu Great Hammerhead terbesar yang pernah di tangkap oleh manusia adalah jenis betina dengan berat 1280 lbs (580,59 kg).

Hiu Greenland
6. Greenland Shark ( Somniosus Microcephalus ) atau di kenal dengan ‘sleeper shark’, ‘gurry shark’, ground shark’, ‘grey shark’ atau ‘ Inuit Eqalussuaq. Hiu ini adalah hiu yang besar dan dapat di temukan di sekitar perairan Atlantic utara, terlebih banyak di dekat Greenland dan Iceland. Hiu jenis ini dapat hidup sepanjang 21 kaki dan hidup selama 200 tahun! Mereka (Greenland) terkenal dengan binatang bertulang punggung yang pernah hidup terlama. Greenland cenderung hidup di kedalaman 6600 kaki di bawah permukaan laut, akan tetapi hiu Greenland ini pernah tertangkap kamera di laut dangkal serendah 24 kaki! Bayangkan!

Hiu Pacific Sleeper
7. Pacific Sleeper Shark ( Somniosus pacificus ) adalah hiu berat lainnya yang dapat hidup sepanjang 23 kaki dan berat hingga 800 lbs (362,87 kg). Satu hal yang membuat hiu jenis ini menarik adalah mereka adalah salah satu dari sedikit jenis hiu yang dapat di temukan di daerah bertemperatur rendah (daerah menghadap kutup). Hal lain nya adalah mereka biasanya hidup di laut dalam, dengan kedalaman hingga 6500 kaki di bawah permukaan laut.

Sumber (http://blog.umy.ac.id/hanwongndeso/2012/05/09/7-ikan-terbesar-di-dunia/)

Modifikasi Link Anchor


20 Legenda Makhluk-Makhluk Aneh Di Seluruh Penjuru Dunia

1. PEGASUS
Pegasus adalah seekor kuda yang memiliki sayap putih lebar. Dalam mitologi yunani disebutkan bahwa pegasus lahir dari darah medusa saat Perseus memenggal kepalanya. Disebutkan juga bahwa Pegasus ditunggangi oleh Bellerophon untuk melawan Chimaera. Pegasus adalah kuda yang mempunyai sayap dan penerbang yang unggul. Pegasus adalah hasil dari hubungan Medusa dan Poseidon yang menyakitkan. Lahir dari Medusa ketika kepalanya dipotong oleh Perseus. Dijinakkan oleh Bellerophon dan melayaninya digunungnya selama petualangannya termasuk ketika Bellerophon membunuh Chimaera.
Ketika Bellerophon ingin menerbangkan Pegasus ke gunung Olympus, dia dihempaskan oleh Zeus. Tetapi Pegasus tetap terbang dan berhasil tiba di gunung Olympus. Disinilah Pegasus menghabiskan hari-harinya dengan membawakan petir untuk Zeus.

2. DRAGON

Dragon atau naga adalah hewan dengan ukuran yang sangat menakjubkan. Mereka berbentuk reptil dan terkadang memiliki beberapa kepala dan dapat menghembuskan nafas api. Naga dipercaya dapat ditaklukan lewat musik. Naga juga disebut2 sebagai dewa oleh beberapa suku.







3. YETI

Yeti yang disebut sebagai Manusia Salju Liar telah menjadi legenda di daerah Himalaya. Dari dahulu sampai sekarang banyak cerita orang yang hilang di daerah pegunungan Himalaya, dipercaya mereka telah diculik oleh Yeti.Foto diatas diambil tahun 1925, N. A. Tombazzi melaporkan telah melihat hewan besar mirip manusia 300 yard dari Sikkim.Walaupun banyak yang telah melapor melihat yeti, tidak ada bukti yang menunjukan dia ada. Daerah tempat terlihatnya yeti sangat curam dan landai sehingga sulit diadakan investigasi.




4. BIGFOOT

Bigfoot dilaporkan telah ditemukan didaerah Kanada dan Amerika Utara sejak abad 19-an. Dari jejak kakinya diperkirakan beratnya mencapai 400 kg. Bigfoot dikenal juga dengan nama Sasquatch, itu adalah nama hewan legenda yang beredar di Amerika Utara. Bigfoot kadang diciri2kan sangat besar, dengan bulu2 menutupi seluruh tubuh, dan orang percaya makhluk ini dapat ditemukan diseluruh dunia dengan nama2 yang berbeda, seperti Yeti di Tibet dan Nepal, Yeren di China dan Yowie di Australia.







5. HARPIES
Harpy, di mitologi Yunani diceritakan bahwa harpy adalah hewan bersayap yang memiliki tubuh seperti burung elang dan memiliki kepala wanita. Legenda menceritakan bahwa harpy suka mencuri tubuh orang mati, menyebarkan bau busuk dan meracuni makanan di desa2 yang dilewatinya.










6. GRIFFIN

Griffin adalah hewan legenda yang memiliki sayap seekor elang dan kaki seekor singa. Disebut sebagai burung terbesar dan menjadi hewan yang sangat sakral untuk dewa Apollo dan griffin juga merupakan hewan penjaga matahari. Makhluk ini terlihat pada saat peradaban Minoan (2700-1450 SM).









7. DRACULA

Dracula adalah tokoh yang dipopulerkan oleh Bram Stoker. Dracula adalah vampir yang suka menggoda dan menghisap darah gadis muda yang menarik. Count Dracula lahir di abad ke 15-an di Rumania. Kastil Dracula terletak di Bucharest utara di pegunungan Carpathian.











8. WEREWOLVES

Werewolves pada dasarnya adalah seorang manusia yang memiliki kemampuan untuk “berubah wujud” ke bentuk hewan, terutama kebentuk serigala. Werewolves bisa berubah berdasarkan keinginan sendiri atau dorongan dari luar seperti halnya bulan purnama. Orang dapat menjadi werewolves akibat gigitan dari werewolves atau turunan dari lahir (anak dari werewolves). Werewolves memiliki regenerasi yang sangat hebat, sehingga mereka tidak menjadi tua, tapi ini tidak membuat mereka abadi. Menusuk jantung atau otaknya dapat membunuh mereka.









9. LOCH NESS

Loch Ness legenda yang berasal dari scotlandia. Dilaporkan bahwa lochness adalah hewan dari jaman dinosaurus yang berhasil bertahan dari ledakan meteor dan masih hidup hingga kini. Ditemukan di scotland tahun 1930, Lochness diperkirakan memiliki panjang tubuh 45 kaki dengan kulit kasar dan warna coklat gelap. Beberapa orang percaya kalau lochness adalah plesiosaurus, walaupun sampai sekarang belum ada bukti yang memadai tentang adanya lochness atau tidak.



10. SCYLLA

Scylla menurut legenda Yunani, adalah seekor makhluk yang memiliki 6 kepala dan 12 kaki. Scylla dipercaya bahwa tadinya dia adalah seorang penyihir air yang kemudian dirubah menjadi monster oleh Circe. Setelah diubah menjadi monster, dia menghabiskan hidupnya untuk membalas dendam kepada pelaut yang lewat di laut.










11. UNICORN

Unicorn adalah seekor kuda putih yang memiliki tanduk dikepalanya. Unicorn sangat maskulin tetapi juga sangat feminim. Unicorn juga menjadi simbol kesucian dan hubungan spiritual. Unicorn memiliki tubuh yang besar, lebih besar dari ukuran kuda biasa. Unicorn adalah satu-satunya makhluk legenda yang tidak menakuti manusia, dan biasanya digambarkan sebagai makhluk yang halus. Diceritakan sangat tidak mungkin untuk menangkap unicorn. Tanduknya dikatakan dapat menetralkan racun. Unicorn pertama kali diketahui ketika masa peradaban lembah Indus (3300-1700SM).


12. TROLL

Troll berasal dari legenda scandinavia yang menyebutkan bahwa troll adalah roh yang hidup dalam goa didalam pegunungan. Saat malam tiba mereka akan keluar untuk menculik wanita dan anak2. Ada dua macam troll, Giant yang berukuran raksasa dan dwarf yang berukuran kecil.











13. PHOENIX

Phoenix adalah burung legenda yang mirip seekor elang tapi memiliki warna merah menyala seperti api yang terbang diangkasa. Phoenix disebut berasal dari matahari. Phoenix adalah burung api mitologi dari Mesir kuno dimana digambarkan sebagai burung yang mati oleh api dan dilahirkan kembali dari api. Biasanya digambarkan mempunyai bulu emas dan merah. Pada akhir kehidupannya, Phoenix diceritakan membangun sarang dari ranting kayu manis dimana kemudian terbakar. Burung musnah oleh api tapi kemudian Phoenix baru yang masih muda muncul dari api yang sama. Diyakini masa hidup Phoenix adalah 500-1461 tahun. Airmata Phoenix diyakini bisa menyembuhkan luka.






14. CERBERUS
Berdasarkan mitos Yunani, Cerberus adalah anjing raksasa berkepala 3 yang menjaga pintu masuk ke Hades. Cerberus adalah anak dari Typhon dan Echidna.Dalam legenda Yunani disebutkan bahwa Orpheus, Aeneas dan Odysseus mampu melewati Cerberus dan masuk ke dunia bawah atau Hades.









15. NAGA / NAGINI

Umumnya orang indonesia mengenal yang disebut Naga adalah Dragon. Namun Naga sendiri sebenarnya adalah mahluk mitologis yang berbeda dengan Dragon. Naga muncul pada kebudayaan Hindu dan Budha, kemungkinan berasal dari daerah India dan sekitarnya. Naga adalah mahluk setengah ular, setengah manusia, terkadang digambarkan sebagai ular raksasa. Yang laki-laki disebut Naga, sedangkan versi perempuannya disebut Nagini. Naga sering dianggap sebagai entitas yang bersifat jahat, namun tidak jarang juga dianggap sebagai penjaga sungai atau danau.




16. GHOUL

Ghoul adalah monster dari Arab kuno. Pada awalnya Ghoul dianggap sebagai Jinn, namun seiring dengan berlalunya waktu, Ghoul lebih sering digambarkan sebagai sejenis zombi atau vampir. Ghoul adalah mahluk yang tinggal di padang gurun dan memangsa pengelana selain itu Ghoul juga sering merusak makam dan memangsa mayat.











17. KIRIN

Kirin atau Qilin adalah makhluk setengah naga setengah kuda, pada awalnya berasal dari mitologi China namun tersebar ke seluruh asia timur. Hewan nyata yang dianggap ‘mendekati’ kirin adalah jerapah (bingung kan? >.<), konon jerapah pernah dianggap sebagai Kirin. Dalam mitologi China, kirin adalah hewan suci yang memiliki sifat baik, namun kirin bisa menjadi hewan yang buas dan mengerikan saat terancam. Konon kirin hanya muncul di tempat2 yang dikuasain oleh penguasa yang baik dan bijaksana. 


18. KRAKEN

Kraken adalah raksasa bawah laut yang sering digambarkan sebagai cumi2 atau gurita raksasa yang suka menyerang kapal. Mitologi Kraken awalnya beredar dari daerah Nowergia dan Islandia. Kemungkinan awal dari mitologi kraken berawal dari nelayan yang melihat cumi2 atau gurita raksasa sungguhan. Zaman sekarang telah ditemukan beberapa mahluk yang bisa dikategorikan sebagai ‘Kraken’ antara lain:

– Colossal Squid
Pertama kali ditemukan pada 1925 pada perut Sperm Whale
yang terbesar ditemukan pada 2007, sepanjang 10 meter di daerah Antartika
– Giant Squid
yang terbesar ditemukan pada 2006 sepanjang 8.62 meter di kepulauan Falkland. Saat ini berada di Darwin Centr.





19. GARUDA

(biar lebih nasionalisme, garudanya lambang negara zendiri aja dipake !!! >.<).
Mitologi garuda berasal dari kebudayaan Hindu. Garuda digambarkan sebagai manusia burung dengan bulu keemasan, dan memiliki mahkota di kepalanya. Konon ukuran tubuh garuda sangatlah besar sehingga mampu menutupi matahari. Garuda juga sering digambarkan sebagai kendaraan Vishnu. Menurut Mahabarata, konon saat Garuda lahir dari telurnya, bumi gonjang ganjing (seperti waktu sun go kong lahir di film >.<) sehingga para dewa memohon padanya untuk tenang. Garuda adalah anak Kasyapa dan Vinata. Vinata memiliki hutang terhadap Kadru, ibu para ular karena suatu pertaruhan. Untuk menghapus hutang tersebut, Garuda diminta Kadru untuk memberikan obat keabadian yg disebut Amrita padanya. Garuda kemudian mencuri Amrita dari tempat para dewa. Meskipun para dewa bersatu menghadang Garuda, mereka bukanlah tandinganya. Dalam perjalanan pulang, Garuda bertemu dengan Vishnu, Vishnu berjanji akan memberikan keabadian pada Garuda biarpun tanpa meminum Amrita, sebagai gantinya Garuda menjadi kendaraan Vishnu. Kemudian Garuda bertemu dengan Indra dan sekali lagi dia mendapat penawaran. Garuda berjanji akan memberikan Amrita pada Indra dan Indra akan memberikan para ular sebagai makanan Garuda. Akhirnya Garuda memberikan Amrita pada para ular untuk menghapus hutang ibunya, setelah Amrita diberikan, Indra turun dari langit, merebut Amrita, dan menghabisi para ular. Sejak saat itu Garuda menjadi rekan para dewa, tunggangan kebanggan Vishnu, sekaligus menjadi musuh utama para ular.  

20. ECHIDNA

pic echidna (dari DMC 4)
Echidna adalah mahluk dari mitologi yunani, sering digambarkan sebagai perempuan setengah ular yang tinggal di dalam gua. Bersama suaminya Typhon, Echidna melahirkan berbagai jenis mahluk mengerikan yang muncul dalam mitologi yunani, karena itu Echidna mendapat sebutan Mother of all Monsters. Echidna dan Typhon pernah berperang melawan dewa-dewa olympus namun kalah. Typhon kemudian disegel dibawah gunung Etna. Sementara Echidna dan anak2nya dibiarkan lepas untuk menjadi tantangan bagi para pahlawan yunani berikutnya. Namun pada akhirnya Echidnya dibunuh oleh Argus Panoptes, titan bermata seratus. berikut ini adalah beberapa anak echidna yang terkenal dalam mitologi yunani:

1. Nemean Lion
2. Ladon
3. Chimera
4. Sphinx
5. Lernaean Hydra
6. Cerberus
7. Orthrus
8. Agathyrsus
9. Gelonus
10. Scytha/Scylla
Tragisnya hampir semua anak-anak echidnya terbunuh oleh para pahlawan yunani……
Btw nama echidna sekarang juga digunakan untuk menyebut hewan sejenis landak yang hermaphrodit.


Sumber: http://ewabloggerock.blogspot.com/2011/03/41-legenda-makhluk-makhluk-aneh-di.html#ixzz2DWSJeEAR
Under Creative Commons License: Attribution